Air Asia
Setahun lebih tinggal di Batam memberi kesempatan untuk terbang bola-balik ke Jakarta-Batam paling tidak sekali sebulan.
Selama ini,sudah banyak perusahaan penerbangan yang kupakai, dan akhir-akhir ini Air Asia yg paling sering.
Awalnya memang karena Air Asia menawarkan harga yang paling murah dan kemudahan reservasi (karena bagiku jauh lebih mudah dan murah menggunakan reservasi online dari pada harus pergi ke travel agent yang sedikitnya perlu waktu 20 menit perjalanan dari tempat tinggal).
Setelah beberapa kali, makin terasa sisi positifnya. Yang paling kentara adalah servisnya. Walaupun masih belum seratus persen tepat waktu, tapi Air Asia masih jauh lebih baik dari penerbangan lain yang tingkat keterlambatannya bisa mencapai 4 dari 5. Masa-masa awal tinggal di Batam, seorang teman bahkan mengatakan kalau aku harus mandi bunga (selametan - jw) karena penerbanganku selalu delay.
Dengan Air Asia hal ini jarang terjadi, bila terjadipun umumnya aku telah mendapat pemberitahuan sebelumnya melalui telpon atau sms. Pernah terjadi, aku pulang ke Jakarta hari Juma’at sore, dan seharusnya terbang kembali ke Batam Senin pagi. Hari Sabtu sore, Air Asia menghubungi dan mengatakan penerbangan hari senin di undur ke jam 11. Entah apapun alasannya, servis seperti itu amat kuhargai.
Di dalam penerbanganpun, terasa perbedaan profesionalitas flight attendant. Dari informasi soal tempat duduk di pintu darurat, maupun segala sesuatu yg menyangkut keselamatan penerbangan terutama soal pemakaian alat elektronik, lebih spesifik lagi soal hand-phone. Terlepas dari kontroversi soal apakah handphone memang bisa mengganggu penerbangan, ketegasan flight attendant yang meminta alat itu dimatikan sangat jelas dan konsisten.
Dalam membantu penumpangpun, bisa kita rasakan perbedaan itu.
Soal waktu, akhir-akhir ini malah ada hal yang baru kurasakan. Bila jadual penerbangan seharusnya adalah 09.15 pagi dari Batam, sesampainya pesawat dari Jakarta (sekitar 8:45) dan penumpang sudah turun, maka penumpang ke Jakarta lngsung dipersilahkan naik, dan bila jam 9:00 seluruh penumpang sudah naik dan pesawat siap berangkat, maka pesawatpun langsung diberangkatkan walaupun 15 menit lebih cepat dari jadual sebenarnya. Demikian juga terjadi pada jam-jam penerbangan yang lain. Mungkin hal ini dilakukan untuk antisipasi bila nantinya karena sesuatu hal ada yang menyebabkan kelambatan, maka kelambatan yg terjadi tidak terlalu lama.
Aku tidak ingin terdengar seperti siaran iklan, mungkin banyak orang yang tidak seberuntung diriku dan mendapatkan pengalaman yg kurang baik. Memang tidak ada yang sempurna, bahkan kalo dilihat di websitenya, terlihat adanya penurunan prestasi ketepatan waktu. Tetapi nilai minus yg ada masih jauh lebih kecil dari plus yang dicapai.
The Irony:
Waktu tulisan ini diselesaikan, aku sedang terdampar di airport karena AirAsia jkt-batam delay 1 jam …. ![]()
pasti karena stewardess
Comment by agengxsi — Monday, September 18, 2006 @ 03:30
hmm… bisa jadi duta air asia nie kayaknya.
*cc ke gm@airasia.com*
Comment by achmadi — Wednesday, November 8, 2006 @ 17:38
pramugara kok geng.. lu ma ahmadi pasti demen.. cocok ma selera lu pada :p
Comment by gagar — Wednesday, April 4, 2007 @ 23:09
yah mending pramugara sih
ganteng ganteng…
tapi bukannya air asia pramugari semua
Comment by agengxsi — Wednesday, May 23, 2007 @ 11:33
ada pramugara yg nmnya fandy???
akuu ktmu waktu akuu pulang ke batam .
yg pesawat airasia delay ampir 4 jam …
Comment by widya — Tuesday, April 7, 2009 @ 18:57